Selasa, 29 Oktober 2013
Cara menjadi Fearless dan Badass Enterpreneurs
Dalam
istilah bisnis badass biasanya dinilai dari kinerja seseorang atau prestasi
atau kemampuan untuk melakukan closing sales atau menghasilkan profit. Bisa
dibilang seorang pengusaha yang memiliki potensi keseluruhan yang besar.
Berikut adalah 8
cara menjadi Fearless dan Badass Entrepreneurs :
1. Mereka mengatakan “ya” terlebih dahulu- setelah itu baru mencari tahu cara melakukannya
1. Mereka mengatakan “ya” terlebih dahulu- setelah itu baru mencari tahu cara melakukannya
Orang yang badass biasanya sangat percaya diri dan memiliki
alasan yang bagus pada rasa percaya dirinya itu. Jika ada pekerjaan yang bagus
yang bisa mereka ambil, mereka akan menemukan cara untuk menyelesaikannya atau
mati saat mencoba melakukannya.
Kenapa? Karena mereka percaya dengan kemampuan mereka, dan
mereka percaya orang-orang di sekitar mereka bisa membantu menyelesaikan
pekerjaan tersebut.
Jika Anda seorang badass sejati, Anda haruslah bisa
berpikir cara yang keren untuk memecahkan setiap masalah.
2.
Mereka berpikir berbeda dari orang lain
Kebanyakan
masalah bisnis bukanlah hal baru. Orang badass bisa mengatasi masalah lama
dengan berbagai solusi kreatif.
Alih-alih
merancang sebuah newsletter perusahaan yang tidak akan dibaca dengan tujuan
untuk ”meningkatkan komunikasi”, badass
akan membuat holograph CEO yang akan menyambut Anda untuk bekerja dan memberi
Anda berita terbaru. Dan badass sejati akan mengenakan gaun mengalir seperti
yang ada di video ini dari Kate Moss hologram.
3.
Mereka berani berbicara
Ketika
seorang badass memiliki pendapat yang berbeda, mereka berani menyampaikannya. Tetapi
mereka tidak banyak mendebat.
4.
Mereka antusias untuk membagi skill dan ilmu
Orang
badass tidak pernah menghindar untuk mengajari orang lain.
High Skill + High Confidence + Sharing With
Others = True Business Badass
5.
Mereka hidup dengan prinsip mereka sendiri
Mereka
menghormati otoritas – tetapi tidak terlalu banyak.
Mereka
memiliki prinsip yang kuat. Entah itu untuk menjadi kekuatan kreatif di dunia,
untuk membangun dunia dengan teknologi, atau untuk menantang orang lain dan
melawan arus kehidupan mereka. Orang badass tidak akan mengkompromikan
prinsip-prinsip dan keyakinan mereka untuk kenyamanan atau persetujuan orang
lain.
Jika
Anda seorang badass sejati, Anda pasti bisa menjawab kekuatan besar di dalam
diri Anda.
6.
Mereka melakukan apa yang orang lain hanya berharap
mereka bisa lakukan
The
Wright Brothers didn’t have pilots licenses. But they flew anyway.
They
didn’t listen to other’s limitations. They knew they could fly — and soar they
did!
Mereka
hidup dengan berani. Salah satu qoute yang bagus untuk menggambarkan ini
adalah ”Wright bersaudara tidak pernah
memiliki lisensi pilot”. Daripada melihat-lihat dan diam untuk dapat izin atau
persetujuan, orang yang badass punya keberanian sebagai pionir. Mereka memiliki
ide dan mereka bertindak dengan ide itu.
Daripada
melakukan penelitian, memikirkan dan mendiskusikan masalah sampai mati, orang
badass mencari solusi dengan benar-benar melakukan hal tersebut.
7.
Mereka tidak akan pernah menyerah
Malcolm
Gladwell mempopulerkan gagasan bahwa dibutuhkan 10.000 jam untuk menguasai
keterampilan yang kompleks.
Tetapi
kunci nyata untuk menguasai keterampilan yang kompleks adalah kemampuan untuk
tetap konsisten terhadap sesuatu yang dikerjakan hingga mencapai jam terbang
10.000 jam.
Orang
dengan sifat ini biasanya orang yang berusaha sungguh-sungguh untuk mengerti
suatu bidang tertentu hingga benar-benar mahir, Mereka ulet, tekun, dan mereka
benar-benar menolak untuk menyerah.
Orang
seperti ini sangat badass. Tidak hanya bekerja lebih keras, mereka juga tetap fokus pada tujuan mereka
dan berkata, “Tidak, terima kasih”, untuk apa pun yang menghalangi jalan mereka
dan menyebabkan mereka tidak fokus.
8.
Mereka mengabaikan para haters
Ada
banyak alasan untuk mendengarkan para haters : untuk menyelamatkan muka, tetap
di zona nyaman, lebih tenang, dan tidak terlihat seperti orang bodoh.
Para
badass adalah orang berani dan mereka membiarkan para haters berbicara. Mereka
beranggapan orang yang berlayar terjauh adalah orang yang berani untuk
melakukannya.
Haters
tentunya akan mencoba untuk berbicara tentang Anda di belakang – atau bahkan
menakut-nakuti Anda. Well, haters gonna hate. Jadilah badass bisnis sejati.
Jangan dengarkan.
Source : Berita Yahoo
Sabtu, 21 September 2013
Membuat Captcha dengan dengan GD Library
Captcha merupakan suatu program yang dirancang untuk membatasi pengguna (dalam kategori ini adalah spammer/hacker) dalam mengisi sebuah formulir seperti mendaftar email gratis. Dengan adanya sistem captcha ini maka mereka para spammer tidak dapat membuat email dengan mudah sehingga email tersebut tidak mudah disalahgunakan. Jika ingin lebih tau arti dan fungsi dari captcha ini bisa baca artikel sebelumnya mengenai 'Pengertian Captcha'.
oke, kita langsung aja menuju ke TKP sumber codingan captcha dengan menggunakan GD Library.
Silahkan download disini .
Pengertian Captcha || Pembatas Spammer || PHP
CAPTCHA atau Captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test) yang digunakan dalam perkomputeranuntuk memastikan bahwa jawaban tidak dihasilkan oleh suatu komputer. Proses ini biasanya melibatkan suatu komputer (server) yang meminta seorang pengguna untuk menyelesaikan suatu uji sederhana yang dapat dihasilkan dan dinilai oleh komputer tersebut. Karena komputer lain tidak dapat memecahkan CAPTCHA, pengguna manapun yang dapat memberikan jawaban yang benar akan dianggap sebagai manusia. Oleh sebab itu, uji ini kadang disebut sebagai uji Turing balik, karena dikelola oleh mesin dan ditujukan untuk manusia, kebalikan dari uji Turing standar yang biasanya dikelola oleh manusia dan ditujukan untuk suatu mesin. CAPTCHA umumnya menggunakan huruf dan angka dari citra terdistorsi yang muncul di layar.
Saat tidak ada CAPTCHA, spammer/hacker sanggup membuat program yang secara otomatis mengisi formulir, seperti ndaftar email gratis, sehingga ia akan mempunyai ribuan alamat email dangan mudah dan kemudian disalahgunakan. Atau ditujukan mengubah sebuah hasil akhir polling online, dengan cara membuat program sederhana pengisi polling tersebut dengan jawaban yang diinginkan sebanyak ribuan atau bahkan jutaan kali. Akibatnya polling itu menjadi tidak valid. Disinilah CAPTCHA sangat berperan penting untuk memastikan bukan komputer yg mengisi formulir-formulir online, melainkan seorang manusia, karena komputer tidak akan bisa membaca huruf-huruf bengkok, bertumpuk, saling menyambung.
Fungsi Pokok Dari Captcha
1. Mencegah comment Spam pada umumnya Pemilik web/blog/dan lain-lain tidak hanya ingin komment webnya terlihat bagus dalam penampilan, kuantitas tapi tentu kualitas , tapi tidak tau kalo adminnya sendiri yang spam
2. Mencegah Spam Bot Tau sendiri Kan bot tak bisa membaca captcha, karena string string pemrogramannya sudah tetap . tak mungkin capthca yang setiap saat berubah dapat dibaca kecuali kalau bot itu berasal dari engine Blog itu sendiri
3. Mencegah Flood Siapa Yang Ingin Dia di Flood ? kecuali flood like tp kalau flood kata kata yang tidak pantas banyak lagi siapa yang mau coba ?? (Flood adalah mangirimkan data secara berulang ulang)
4. Melindungi Pendaftaran Email / User (khusus webmail) Dulu Pernah Kejadian Yahoo dan google diserang semacam bot yang mendaftar email sampai ribuan! ribuan e-mail palsu , pasti google dan yahoo ngamuk
Sabtu, 14 September 2013
METODOLOGI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PROTOTYPE
I. PENDAHULUAN
Prototype merupakan
metodologi pengembangan software yang menitik-beratkan pada pendekatan aspek
desain, fungsi dan user-interface. Developer dan user fokus pada user-interface
dan bersama-sama mendefinisikan spesifikasi, fungsi, desain dan bagaimana
software bekerja. Developer dan user bertemu dan melakukan komunikasi dan
menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian
yang akan dibutuhkan. Developer mengumpulkan detail dari kebutuhan dan
memberikan suatu gambaran dengan cetak biru (prototype).
Dari proses tersebut akan
diketahui detail-detail yang harus dikembangkan atau ditambahkan oleh developer
terhadap cetak biru, atau menghapus detail-detail yang tidak diperlukan oleh
user. Proses akan terjadi terus menerus sehingga produk sesuai dengan keinginan
dari user.
Tujuan utama dari prototype
[Thompson, Wishbow - 1992] adalah :
Proses revisi dan pengujian
terhadap produk dilakukan secara terus menerus, sehingga didapatkan produk yang
sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Proses testing dan revisi dapat
dilakukan baik secara keseluruhan maupun partial pada bagian dari produk.
Proses pengujian harus
memiliki perbandingan baku (benchmark) sehingga menghasilkan produk yang secara
empiris sehinga menghindari kegagalan produk atau terjadi perbedaan persepsi
antara developer atau user.
Dengan proses testing dan
komunikasi yang terus menerus antara user dan developer diharapkan dihasilkan
produk yang user-friendly.
II. METODOLOGI
[Purtilo, Larson, Clark-1991]
mengambarkan proses-proses pada model prototype sebagai berikut:
Identifikasi objek, definisi
dari masalah yang harus dipecahkan dinyatakan secara bersama-sama dengan
memberikan ukuran-ukuran yang pasti terhadap batasan kesuksesan dari produk
yang digunakan sebagai benchmark.
Identifikasi resiko, tidak
ada pengembangan produk yang bersih dan mampu menghasilkan produk yang
berstatus “Tidak ada Masalah”, selalu terdapat area abu-abu yang memberikan
resiko terhadap pengembangan produk. Perjelas dan pertegas batasan dan
permasalahan pada area tersebut.
Merumuskan hipotesa
prototype, setelah resiko dinyatakan pengembang mendesain secara terperinci
sebuah prototype yang menggambarkan keseluruhan sistem dan resiko-resiko yang
mungkin berpengaruh pada sistem. Prototype juga memberikan potensi terhadap
perbaikan-perbaikan terhadap produk.
Membangun perancangan
prototype, perancangan prototype berdasarkan hipotesa kedalam produk prototype.
Tujuan yang utama dari membangun suatu prototipe adalah untuk menjawab satu
atau lebih pertanyaan mengenai karakteristik fungsional dari produk .
Eksperimental, prototipe
harus dicoba-coba untuk menentukan perilakunya dan mengumpulkan keluaran dari
instrumentasi sistem sehingga didapat produk yang sesuai dengan keinginan user.
Evaluasi, Hasil dari eksperimen
harus dievaluasi untuk menilai kebenaran dan efisiensi prototype.
Proses yang berulang-ulang,
proses yang keseluruhan diulangi sampai salah satu dari tiga hasil dicapai:
Didapat informasi yang cukup
dari prototype sehingga dapat dimulainya proses pengembangan produk.
Untuk beberapa masalah yang
tidak terpecahkan telah dapat ditemukan solusi yang lebih mudah atau setara
dengan tetap memperhatikan cost dan manfaat.
Didapat prototype yang
memiliki mutu yang sesuai dengan spesifikasi produk yang ingin dibuat sehingga
proses pembuatan produk dapat dilakukan dengan menggunakan prototype yang ada.
III. KETERGANTUNGAN TERHADAP
USER
User atau pengguna merupakan
bagian terpenting pada prototype. Karena user merupakan komponen yang
menentukan apakah prototype telah memenuhi spesifikasi untuk dikembangkan
sebagai produk.
[Harker -1993] memaparkan
tentang permasalahan yang terjadi pada metodologi prototype :
User yang tidak memiliki
spesialisasi dalam pembuatan dan perancangan sistem akan memberikan input yang
akan mempersulit pembuatan prototype.
Prototype yang dikembangkan
secara tim memerlukan kepastian dapat menangani keinginan user terutama dilevel
manajemen.
Perancangan prototype akan
tidak relevan dan menyulitkan jika pada lever user terjadi perubahan struktur organisasi
yang cenderung lebih besar pengaruhnya dinding perubahan secara teknis
IV. TIPE-TIPE PROTOTYPE
Terdapat 3 (tiga) tipe dari
metodologi prototype [Sommerville, 1995]:
Throwaway Prototypes
Model Throwaway Prototypes
mengunakan prototype sebagai tool atau perangkat untuk melakukan analisa
terhadap user-interface dan kebutuhan fungsional dari produk yang ingin dibuat.
ketika prototype dievaluasi dan spesifikasi dibaharui, prototype dibuang dan
proses pengembangan dimulai kembali.
Evolutionary Prototypes
Evalusi prototype didasarkan
pada pengembangan produk dengan melakukan peningkatan pada detail-detail yang
dianggap perlu diperbaharui. Proses akan dilakukan secara terus menerus dalam
satu produk dan dilakukan hingga didapat produk yang sesuai dengan keinginan
dari user.
Incremental Development
Metodologi ini masing-masing
dievaluasi berdasarkan bagian-bagian secara partial jika terjadi perubahan akan
dilakukan secara partial juga. Setelah didapatkan potongan-potongan produk yang
sesuai, maka disatukan untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan
user.
V. KEUNTUNGAN
Keuntungan dari metodologi
prototype adalah [Sommerville, 1995] :
Kegagalan dalam
mendefinisikan masalah antara user dan developer dapat dikenali dari awal.
Kesulitan user-interface dan
pemakaian dapat dikenali dari awal
Manajemen telah melihat
gambaran secara riil tentang produk yang dibuat dengan melihat prototype dari
produk.
Prototype dapat disebut juga
sebagai bagian dari training penggunaan produk, sehingga user telah mengenal produk
dari prototype.
Proses testing dan perbaikan
dapat dilakukan secara terus menerus sehingga mengurangi tingkat kegagalan
produk.
Prototype lebih mengedepankan
pada requirement sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai
dengan keinginan dari user.
VI. REFERENSI
[Harker. 1993] User
participation in prototyping. Susan Harker. Communications of the ACM. Volume
36 , Issue 6 (1993).
[Purtilo, Larson, Clark.
1991] A methodology for prototyping-in-the-large. James Purtilo, Aaron Larson
and Jeff Clark. International Conference on Software Engineering. Proceedings
of the 13th international conference on Software engineering. May 13 – 17,
1991, Austin, TX USA.
[Thompson, Wishbow. 1992]
Prototyping: tools and techniques: improving software and documentation quality
through rapid prototyping. Michael Thompson and Nina Wishbow. Proceedings of
the 10th annual international conference on Systems documentation. October 13 –
16, 1992, Ottawa Canada.
[Sommerville, 1995]. Software
Engineering. Ian Sommerville. Fifth Edition. Addison-Wesley. 1995.
Membuat Program dengan Baik || Programming
Untuk dapat menghasilkan suatu progam yang terstruktur dengan baik, perlu dilakukan persiapan-persiapan yang matang. Hal ini berlaku bagi siapapun, bahkan seorang programmer professional sekalipun. Karena itulah pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan mengenai persiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh seorang programmer sebelum melakukan coding.
Programming memang sudah menjadi “makanan pokok” bagi masyarakat IT. Program yang paling sederhana sekalipun setidaknya memiliki 3 bagian:
1. Input – Masukan data.
2. Proses – kalkulasi, pemrosesan input.
3. Output – keluaran program, solusi yang kita harapkan.
2. Proses – kalkulasi, pemrosesan input.
3. Output – keluaran program, solusi yang kita harapkan.
Programming bisa membangun mental seseorang dan membawa manfaat yang begitu besar. Namun programming sebenarnya bukanlah segalanya. Programming hanyalah 1/9 bagian dari upaya penyelesaian masalah. 8/9 bagian sisanya adalah memahami persoalan, melakukan perencanaan-perencanaan (planning), mendesain, dan lain sebagainya.
Bagian terpenting sebenarnya tidak terdapat pada programmingnya, tapi ada pada proses dimana saat kita tau apa sebenarnya masalah yang timbul dan bagaimana planning langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikannya. Ingat, mengetahui apa sebenarnya masalah kita sama saja dengan kita sudah menyelesaikan 50% dari persoalan kita.
Bagian terpenting sebenarnya tidak terdapat pada programmingnya, tapi ada pada proses dimana saat kita tau apa sebenarnya masalah yang timbul dan bagaimana planning langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikannya. Ingat, mengetahui apa sebenarnya masalah kita sama saja dengan kita sudah menyelesaikan 50% dari persoalan kita.
Dalam membuat sebuah program setidaknya ada 5 hal yang perlu anda lakukan:
1. Defining the problem
————————–
Problem disini adalah, bagaimana output program yang anda harapkan nantinya. Pada tahap ini kita harus mendefinisikan apa yang nanti akan dilakukan oleh program, dan bagaimana hasil yang dikeluarkannya nanti.
————————–
Problem disini adalah, bagaimana output program yang anda harapkan nantinya. Pada tahap ini kita harus mendefinisikan apa yang nanti akan dilakukan oleh program, dan bagaimana hasil yang dikeluarkannya nanti.
2. Planning
——————–
Definisikan langkah-langkah apa yang nantinya akan dilakukan oleh program yang anda buat dalam menyelesaikan masalah. Planning disini biasanya diterapkan dalam bentuk flowchart. Jadi, jika suatu ketika anda dihadapkan dalam sebuah masalah (membuat program), jangan langsung begitu saja terjun membuat program, namun buat terlebih dahulu flowchartnya.
——————–
Definisikan langkah-langkah apa yang nantinya akan dilakukan oleh program yang anda buat dalam menyelesaikan masalah. Planning disini biasanya diterapkan dalam bentuk flowchart. Jadi, jika suatu ketika anda dihadapkan dalam sebuah masalah (membuat program), jangan langsung begitu saja terjun membuat program, namun buat terlebih dahulu flowchartnya.
Flowchart adalah suatu diagram menggunakan simbol-simbol khusus yang sudah menjadi standard internasional yang berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Lho, lalu apa bedanya dengan algoritma? Hampir sama, namun pada algoritma kita diizinkan untuk mengunakan cara penulisan sesuka hati kita. Sedangkan pada flowchart kita harus menggunakan simbol-simbol yang telah ditetapkan. Oleh karena itu flowchart biasa juga disebut sebagai algoritma dalam bentuk simbol-simbol khusus yang dihubungkan dengan anak panah.
Membuat flowchart terlebih dahulu akan lebih menghemat waktu daripada langsung melakukan coding sambil mencoba-coba. Kegiatan mencoba-coba biasanya dilakukan oleh para newbie yang baru mengenal programming, dan ini merupakan hal yang buru. Karena itu, biasakan membuat flowchart terlebih dahulu sebelum memecahkan suatu masalah.
3. Programming
————————–
Kini saatnya anda menulis program, tahap ini juga mencakup tahap perbaikan error dan testing. Tulis program anda dengan terstruktur dan sesuai dengan flowchart yang telah anda buat.
————————–
Kini saatnya anda menulis program, tahap ini juga mencakup tahap perbaikan error dan testing. Tulis program anda dengan terstruktur dan sesuai dengan flowchart yang telah anda buat.
4. Documentation
————————–
Setelah tahap coding selesai, sangat disarankan bagi anda untuk membuat semacam dokumentasi. Tambahkan komentar-komentar pada program anda dan “bukukan” program yang akan anda buat. Hal ini akan bermanfaat jika anda sudah membuat program yang begitu banyak, dan suatu ketika nanti (mungkin bertahun-tahun kemudian) anda ingin mengambil sebagian dari code program anda yang lama untuk disisipkan pada program anda yang baru. Bayangkan jika anda tidak membuat dokumentasi, waktu anda akan sangat terbuang dengan menelusuri program-program lama anda satu-persatu.
————————–
Setelah tahap coding selesai, sangat disarankan bagi anda untuk membuat semacam dokumentasi. Tambahkan komentar-komentar pada program anda dan “bukukan” program yang akan anda buat. Hal ini akan bermanfaat jika anda sudah membuat program yang begitu banyak, dan suatu ketika nanti (mungkin bertahun-tahun kemudian) anda ingin mengambil sebagian dari code program anda yang lama untuk disisipkan pada program anda yang baru. Bayangkan jika anda tidak membuat dokumentasi, waktu anda akan sangat terbuang dengan menelusuri program-program lama anda satu-persatu.
5. Implementasi
—————————
Tahap akhir anda adalah mengembangkan program anda dan membuatnya menjadi semakin baik.
—————————
Tahap akhir anda adalah mengembangkan program anda dan membuatnya menjadi semakin baik.
Pengertian Prototype
Prototype adalah sebuah
Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun
aplikasi berbasis web.
Metode protyping sebagai
suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar
suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi
sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen
Ada 2 Jenis Prototype :
Jenis I : Suatu Sistem yang
akan menjadi sistem operasional
Jenis II : Suatu model yang
dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.
Karakteristik metode
prototyping meliputi langkah-langkah :
1. Pemilahan fungsi
2. Penyusunan Sistem
Informasi
3. Evaluasi
4. Penggunaan Selanjutnya
Jenis-jenis prototyping
meliputi
1. Feasibility prototyping
2. Requirement prototyping
3. Desain Prototyping
4. Implementation prototyping
Teknik-teknik prototyping
meliputi
1. Perancangan Model
2. Perancangan Dialog
3. Simulasi
SISTEM YANG BERMANFAAT DARI
PROTOTIPE
(SYSTEMS THAT BENEFIT FROM
PROTOTYPING)
Sejak kebutuhan (baca
Spesifikasi Fungsi) pada umumnya berhubungan dengan pandangan user terhadap
sistem, hanya dengan prototipe tampilan bagi user sudah cukup untuk memeriksa
yang dibutuhkan. Menu-menu, bentuk tampilan input, tampilan keluaran, atau
laporan yang dicetak, pertanyaan-pertanyaan, pesan-pesan merupakan calon yang
ideal untuk prototipe.
Di lain pihak, perhitungan
yang rumit, kumpulan update data dan realtime, dan sistem yang bersifat
scientific sangat sulit untuk dijadikan model.
Sistem yang paling sesuai
untuk prototipe adalah satu dari banyak hal yang bergantung pada sistem
input/output dari user. Sistem dengan transaksi on-line dikendalikan melalui
menu, layar, formulir,
laporan, daftar dan perintah.
Keuntungan dari prototipe
- Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
- User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.
- Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.
User merasa puas. Pertama,
user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan
analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang akan
dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal dan memotivasi
semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung.
Tugas Terapan Komputer Perbankan Ke-IV
A. PENGENALAN RASIO KEUANGAN
BANK
Legal Reserve Requirement
(LRR)
Ketentuan bagi setiap bank
umum untuk menyisihkan sebagian dana dari pihak ketiga yang berhasil
dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum, berupa rekening giro bank yang
bersangkutan pada bank Indonesia atau lebih dikenal juga dengan likuiditas.
Wajib minimum adalah sejumlah alat likuid tertentu yang harus tetap berada di
bank untuk memenuhi likuiditas bank tersebut. Ketentuan likuiditas wajib
minimum ini dibedakan dalam dua kategori perhitungan, yaitu likuiditas wajib
dalam rupiah dan likuiditas wajib dalam valuta asing.
Loan To Deposit Ratio (LDR)
Rasio antara besarnya seluruh
volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari
berbagai sumber. Pengertian lainnya LDR adalah rasio keuangan perusahaan
perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas.
LDR adalah suatu pengukuran
tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain
yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya.
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. Rasio yang tinggi
menunjukkan bahwa suatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif
tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang
likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan. LDR disebut
juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga yang digunakan untuk
mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit.
Capital Adequacy Ratio (CAR)
Rasio kecukupan modal yang
berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank.
Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung
risiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi
maka bank tersebut mampu membiayai kegiatan operasional dan memberikan
kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas.
Perhitungan Legal Lending
Limit (LLL)
Faktor Permodalan (Capital),
Kualitas Aktiva Produktif (Asset), Manajemen, Rentabilitas (Earning) dan
Likuiditas. Analisis ini dikenal dengan istilah Analisis CAMEL :
ASPEK PERMODALAN (CAPITAL)
Penilaian pertama adalah
aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang
didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut
didasarkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI, yaitu
perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.
ASPEK KUALITAS AKTIVA
PRODUKTIF (ASSET )
Aktiva produktif atau sering
disebut dengan Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank
dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.
ASPEK KUALITAS MANAJEMEN
(MANAGEMENT)
Aspek ketiga penilaian bank
meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen akan
mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank yang bersangkutan.
Kualitas ini juga akan melihat dari segi pendidikan serta pengalaman para
karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.
ASPEK RENTABILITAS (EARNING)
Penilaian aspek ini diguankan
untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan, juga untuk
mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang
bersangkutan. Penilaian ini meliputi Rasio Laba terhadap Total Aset, dan
Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO).
ASPEK LIKUIDITAS (LIKUIDITY)
Penilaian terhadap aspek
likuiditas bank. Suatu bank dikatakan likuid, apabila bank yang bersangkutan
mampu membayar semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain
itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.
Non Perfoming Loan (NPL)
Kredit yang masuk ke dalam
kualitas kredit kurang lancar, diragukan dan macet berdasarkan kriteria yang
telah ditetapkan oleh Bank Indonesia (SE No. 7/3/DPNP). NPL yang digunakan
dalam penelitian ini merupakan angka perubahan NPL bulan Desember 2008 dan Januari
2009, dengan kategori 1 = meningkat, 0 = menurun atau tetap.
Variabel Kebijakan Bank
Indonesia (KBI) mempengaruhi NPL secara signifikan. KBI No. 7 Tahun 2005
menyebutkan bahwa adanya pengharusan dilakukannya penyeragaman penilaian dan
pengkategorian kualitas aktiva produktif oleh bank. Hasil pengolahan nilai
signifikansi variabel KBI adalah 0,016. Hal ini berarti KBI mempengaruhi NPL
pada tingkat kepercayaan 95% karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05
dan terjadi perbedaan yang nyata antara NPL setelah diterapkannya KBI dengan
NPL sebelum diterapkannya KBI.
Net Interest Margin (NIM)
Ukuran perbedaan antara bunga
pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga
yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (deposito) relatif terhadap
jumlah aset mereka (bunga produktif). Hal ini mirip dengan margin kotor
perusahaan non-finansial.
Hal ini biasanya dinyatakan
sebagai persentase dari apa lembaga keuangan memperoleh pinjaman dalam periode
waktu dan aset lainnya dikurangi bunga yang dibayar atas dana pinjaman dibagi
dengan jumlah rata-rata atas aktiva tetap pada pendapatan yang diperoleh dalam
jangka waktu tersebut (yang produktif rata-rata aktiva).
B. TINGKAT KESEHATAN BANK
Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan
fungsi-fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank
yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan
fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta
dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya,
terutama kebijakan moneter.
Dengan menjalankan
fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada
masyarakat serta bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan. Untuk dapat
menjalankan fungsinya dengan baik, bank harus mempunyai modal yang cukup,
menjaga kualitas asetnya dengan baik, dikelola dengan baik dan dioperasikan
berdasarkan prinsip kehati-hatian, menghasilkan keuntungan yang cukup untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya, serta memelihara likuiditasnya sehingga
dapat memenuhi kewajibannya setiap saat.
Selain itu, suatu bank harus
senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan, yang
pada dasarnya berupa berbagai ketentuan yang mengacu pada prinsip-prinsip
kehati-hatian di bidang perbankan.
1. Penilaian Capital
Penilaian terhadap faktor
permodalan meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
kecukupan, komposisi, dan
proyeksi (trend ke depan) permodalan serta kemampuan permodalan Bank dalam
mengcover aset bermasalah.
kemampuan Bank memelihara
kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan, rencana permodalan
Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha, akses kepada sumber permodalan, dan
kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan Bank.
2. Penilaian Asset
Penilaian terhadap faktor
kualitas aset meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
kualitas aktiva produktif,
konsentrasi eksposur risiko kredit, perkembangan aktiva produktif bermasalah,
dan kecukupan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP).
kecukupan kebijakan dan
prosedur, sistem kaji ulang (review) internal, sistem dokumentasi, dan kinerja
penanganan aktiva produktif bermasalah.
3. Penilaian Management
Penilaian terhadap faktor
manajemen meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
kualitas manajemen umum dan
penerapan manajemen risiko.
kepatuhan Bank terhadap
ketentuan yang berlaku dan komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak
lainnya.
4. Penilaian Earning
Penilaian terhadap faktor
Earning meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
pencapaian return on assets
(ROA), return on equity (ROE), net interest margin (NIM), dan tingkat efisiensi
Bank
perkembangan laba
operasional, diversifikasi pendapatan, penerapan prinsip akuntansi dalam
pengakuan pendapatan dan biaya, dan prospek laba operasional.
5. Penilaian Liquidity
Penilaian terhadap faktor
likuiditas meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
rasio aktiva/pasiva likuid,
potensi maturity mismatch, kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR), proyeksi cash
flow, dan konsentrasi pendanaan
kecukupan kebijakan dan
pengelolaan likuiditas (assets and liabilities management / ALMA), akses kepada
sumber pendanaan, dan stabilitas pendanaan.
6. Penilaian Sensitivity
Penilaian terhadap faktor
sensitivitas terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap
komponen-komponen sebagai berikut :
kemampuan modal Bank dalam
mengcover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku
bunga dan nilai tukar.
kecukupan penerapan manajemen
risiko pasar.
Untuk penetapan peringkat
setiap komponen dilakukan perhitungan dan analisis dengan mempertimbangkan
indikator pendukung dan atau pembanding yang relevan dengan mempertimbangkan
unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari setiap
komponen yang dinilai.
Berdasarkan hasil penetapan
peringkat setiap faktor ditetapkan Peringkat Komposit (composite rating)
sebagai berikut :
Peringkat Komposit 1 (PK-1),
mencerminkan bahwa Bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh
negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan.
Peringkat Komposit 2 (PK-2),
mencerminkan bahwa Bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif
kondisi perekonomian dan industri keuangan namun Bank masih memiliki
kelemahan-kelemahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin.
Peringkat Komposit 3 (PK-3),
mencerminkan bahwa Bank tergolong cukup baik namun terdapat beberapa kelemahan
yang dapat menyebabkan peringkat kompositnya memburuk apabila Bank tidak segera
melakukan tindakan korektif.
Peringkat Komposit 4 (PK-4),
mencerminkan bahwa Bank tergolong kurang baik dan sensitif terhadap pengaruh
negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan atau Bank memiliki kelemahan
keuangan yang serius atau kombinasi dari kondisi beberapa faktor yang tidak
memuaskan, yang apabila tidak dilakukan tindakan korektif yang efektif
berpotensi mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.
Peringkat Komposit 5 (PK-5),
mencerminkan bahwa Bank tergolong tidak baik dan sangat sensitif terhadap
pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan serta mengalami
kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.
Tugas Terapan Komputer Perbankan Ke-III
A. PENGENALAN RASIO KEUANGAN
BANK
Legal Reserve Requirement
(LRR)
Ketentuan bagi setiap bank
umum untuk menyisihkan sebagian dana dari pihak ketiga yang berhasil
dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum, berupa rekening giro bank yang
bersangkutan pada bank Indonesia atau lebih dikenal juga dengan likuiditas.
Wajib minimum adalah sejumlah alat likuid tertentu yang harus tetap berada di
bank untuk memenuhi likuiditas bank tersebut. Ketentuan likuiditas wajib
minimum ini dibedakan dalam dua kategori perhitungan, yaitu likuiditas wajib
dalam rupiah dan likuiditas wajib dalam valuta asing.
Loan To Deposit Ratio (LDR)
Rasio antara besarnya seluruh
volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari
berbagai sumber. Pengertian lainnya LDR adalah rasio keuangan perusahaan
perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas.
LDR adalah suatu pengukuran
tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain
yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya.
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. Rasio yang tinggi
menunjukkan bahwa suatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif
tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang
likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan. LDR disebut
juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga yang digunakan untuk
mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit.
Capital Adequacy Ratio (CAR)
Rasio kecukupan modal yang
berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank.
Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung
risiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi
maka bank tersebut mampu membiayai kegiatan operasional dan memberikan
kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas.
Perhitungan Legal Lending
Limit (LLL)
Faktor Permodalan (Capital),
Kualitas Aktiva Produktif (Asset), Manajemen, Rentabilitas (Earning) dan
Likuiditas. Analisis ini dikenal dengan istilah Analisis CAMEL :
ASPEK PERMODALAN (CAPITAL)
Penilaian pertama adalah
aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang
didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut
didasarkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI, yaitu
perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.
ASPEK KUALITAS AKTIVA
PRODUKTIF (ASSET )
Aktiva produktif atau sering
disebut dengan Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank
dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.
ASPEK KUALITAS MANAJEMEN
(MANAGEMENT)
Aspek ketiga penilaian bank
meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen akan
mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank yang bersangkutan.
Kualitas ini juga akan melihat dari segi pendidikan serta pengalaman para
karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.
ASPEK RENTABILITAS (EARNING)
Penilaian aspek ini diguankan
untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan, juga untuk
mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang
bersangkutan. Penilaian ini meliputi Rasio Laba terhadap Total Aset, dan
Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO).
ASPEK LIKUIDITAS (LIKUIDITY)
Penilaian terhadap aspek
likuiditas bank. Suatu bank dikatakan likuid, apabila bank yang bersangkutan
mampu membayar semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain
itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.
Non Perfoming Loan (NPL)
Kredit yang masuk ke dalam
kualitas kredit kurang lancar, diragukan dan macet berdasarkan kriteria yang
telah ditetapkan oleh Bank Indonesia (SE No. 7/3/DPNP). NPL yang digunakan
dalam penelitian ini merupakan angka perubahan NPL bulan Desember 2008 dan Januari
2009, dengan kategori 1 = meningkat, 0 = menurun atau tetap.
Variabel Kebijakan Bank
Indonesia (KBI) mempengaruhi NPL secara signifikan. KBI No. 7 Tahun 2005
menyebutkan bahwa adanya pengharusan dilakukannya penyeragaman penilaian dan
pengkategorian kualitas aktiva produktif oleh bank. Hasil pengolahan nilai
signifikansi variabel KBI adalah 0,016. Hal ini berarti KBI mempengaruhi NPL
pada tingkat kepercayaan 95% karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05
dan terjadi perbedaan yang nyata antara NPL setelah diterapkannya KBI dengan
NPL sebelum diterapkannya KBI.
Net Interest Margin (NIM)
Ukuran perbedaan antara bunga
pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga
yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (deposito) relatif terhadap
jumlah aset mereka (bunga produktif). Hal ini mirip dengan margin kotor
perusahaan non-finansial.
Hal ini biasanya dinyatakan
sebagai persentase dari apa lembaga keuangan memperoleh pinjaman dalam periode
waktu dan aset lainnya dikurangi bunga yang dibayar atas dana pinjaman dibagi
dengan jumlah rata-rata atas aktiva tetap pada pendapatan yang diperoleh dalam
jangka waktu tersebut (yang produktif rata-rata aktiva).
B. TINGKAT KESEHATAN BANK
Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan
fungsi-fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank
yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan
fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta
dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya,
terutama kebijakan moneter.
Dengan menjalankan
fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada
masyarakat serta bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan. Untuk dapat
menjalankan fungsinya dengan baik, bank harus mempunyai modal yang cukup,
menjaga kualitas asetnya dengan baik, dikelola dengan baik dan dioperasikan
berdasarkan prinsip kehati-hatian, menghasilkan keuntungan yang cukup untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya, serta memelihara likuiditasnya sehingga
dapat memenuhi kewajibannya setiap saat.
Selain itu, suatu bank harus
senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan, yang
pada dasarnya berupa berbagai ketentuan yang mengacu pada prinsip-prinsip
kehati-hatian di bidang perbankan.
1. Penilaian Capital
Penilaian terhadap faktor
permodalan meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
kecukupan, komposisi, dan
proyeksi (trend ke depan) permodalan serta kemampuan permodalan Bank dalam
mengcover aset bermasalah.
kemampuan Bank memelihara
kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan, rencana permodalan
Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha, akses kepada sumber permodalan, dan
kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan Bank.
2. Penilaian Asset
Penilaian terhadap faktor
kualitas aset meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
kualitas aktiva produktif,
konsentrasi eksposur risiko kredit, perkembangan aktiva produktif bermasalah,
dan kecukupan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP).
kecukupan kebijakan dan
prosedur, sistem kaji ulang (review) internal, sistem dokumentasi, dan kinerja
penanganan aktiva produktif bermasalah.
3. Penilaian Management
Penilaian terhadap faktor
manajemen meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
kualitas manajemen umum dan
penerapan manajemen risiko.
kepatuhan Bank terhadap
ketentuan yang berlaku dan komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak
lainnya.
4. Penilaian Earning
Penilaian terhadap faktor
Earning meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
pencapaian return on assets
(ROA), return on equity (ROE), net interest margin (NIM), dan tingkat efisiensi
Bank
perkembangan laba
operasional, diversifikasi pendapatan, penerapan prinsip akuntansi dalam
pengakuan pendapatan dan biaya, dan prospek laba operasional.
5. Penilaian Liquidity
Penilaian terhadap faktor
likuiditas meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
rasio aktiva/pasiva likuid,
potensi maturity mismatch, kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR), proyeksi cash
flow, dan konsentrasi pendanaan
kecukupan kebijakan dan
pengelolaan likuiditas (assets and liabilities management / ALMA), akses kepada
sumber pendanaan, dan stabilitas pendanaan.
6. Penilaian Sensitivity
Penilaian terhadap faktor
sensitivitas terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap
komponen-komponen sebagai berikut :
kemampuan modal Bank dalam
mengcover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku
bunga dan nilai tukar.
kecukupan penerapan manajemen
risiko pasar.
Untuk penetapan peringkat
setiap komponen dilakukan perhitungan dan analisis dengan mempertimbangkan
indikator pendukung dan atau pembanding yang relevan dengan mempertimbangkan
unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari setiap
komponen yang dinilai.
Berdasarkan hasil penetapan
peringkat setiap faktor ditetapkan Peringkat Komposit (composite rating)
sebagai berikut :
Peringkat Komposit 1 (PK-1),
mencerminkan bahwa Bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh
negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan.
Peringkat Komposit 2 (PK-2),
mencerminkan bahwa Bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif
kondisi perekonomian dan industri keuangan namun Bank masih memiliki
kelemahan-kelemahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin.
Peringkat Komposit 3 (PK-3),
mencerminkan bahwa Bank tergolong cukup baik namun terdapat beberapa kelemahan
yang dapat menyebabkan peringkat kompositnya memburuk apabila Bank tidak segera
melakukan tindakan korektif.
Peringkat Komposit 4 (PK-4),
mencerminkan bahwa Bank tergolong kurang baik dan sensitif terhadap pengaruh
negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan atau Bank memiliki kelemahan
keuangan yang serius atau kombinasi dari kondisi beberapa faktor yang tidak
memuaskan, yang apabila tidak dilakukan tindakan korektif yang efektif
berpotensi mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.
Peringkat Komposit 5 (PK-5),
mencerminkan bahwa Bank tergolong tidak baik dan sangat sensitif terhadap
pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan serta mengalami
kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

